MEMETAKAN HIDUP SESUAI ATURAN ALLAH & RASULNYA

Kondisi saat ini dari kebanyakan manusia adalah mengharapkan kesuksesan denga berlimpah kekayaan berupa harta yang banyak, rumah megah, kendaraan mewah, dan lain sebagainya. Seiring dengan kondisi tersebut berbagai cara dan usaha sudah mulai terbuka, tinggal bagaimana kita menyikapi dan bersikap terhadap kondisi tersebut.

Oleh karena itu kitapun harus mengambil peranan dalam menghadapi kondisi yang ada, berikut salah satu cara atau jalan yang dapat dilakukan yaitu Tips Paling Sederhana Melakukan Pemetaan Kehidupan.

Untuk itu perlu memetakan kehidupan anda, supaya jelas arah langkah yang akan anda tempuh, hidup dengan arah yang jelas membantu anda untuk kosisten ketika mengejar kesuksesan yang anda impikan. Tidak hanya berbagai macam rincian anda juga perlu untuk menelaah ke dalam diri anda untuk lebih akurat dan tentunya dengan adanya merinci lebih dalam yang ada dalam diri anda. Maka anda akan lebih mudah dan tidak goyah ketika mengalami kesulitan dalam perjalanan.

Asal:  Siapa Diri Anda ?

Untuk mendapatkan wawasan tentang diri Anda, maka anda perlu melihat keyakinan, nilai, dan prinsip lebih dekat, selain status ekonomi, profesional, budaya, dan sipil Anda. Selain itu, Anda juga dapat merenungkan pengalaman Anda untuk memberi Anda wawasan tentang sifat, keterampilan, pengetahuan, kekuatan, dan kelemahan Anda yang baik dan tidak baik. Setelah introspeksi diri. Kecenderungannya ada di bidang medis biologis. Lebih jauh lagi, dia percaya bahwa kehidupan harus melayani suatu tujuan.

Visi, Yaitu tujuan tentang mau jadi apa anda

“Mau jadi apa anda ? inilah visi anda. Sekarang penting bagi Anda untuk mengenal diri Anda sehingga Anda memiliki gagasan yang lebih jelas tentang siapa Anda inginkan; Dan hal-hal yang ingin Anda ubah apakah itu sikap, kebiasaan, atau sudut pandang. Jika Anda tidak mengenal diri sendiri, maka visi dan target Anda untuk masa depan juga tidak jelas. Tujuan jelas harus mencakup semua aspek keberadaan Anda: fisik, emosional, intelektual, dan spiritual. Contohnya memutuskan bahwa dia ingin memiliki kehidupan yang didedikasikan untuk melayani sesama.

Misi adalah kendaraan anda

Kendaraan adalah sarana untuk mencapai tujuan Anda. Hal ini dapat dianalogikan dengan misi atau panggilan jiwa Anda dalam kehidupan. Untuk sebagian besar, misi Anda akan bergantung pada apa yang Anda ketahui tentang diri Anda.

Bekal; Perjalanan: Pengetahuan, keterampilan, dan sikap Anda

Makanan, minuman, obat-obatan, dan keperluan perjalanan lainnya terkandung dalam bekal tas anda. Menerapkan konsep ini ke pemetaaan kehidupan, juga membawa pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu untuk Anda. Ini menentukan kompetensi  dan membantu Anda dalam mencapai visi yang telah anda tentukan. Dengan demikian, ada kebutuhan bagi Anda untuk menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap apa yang Anda miliki saat ini dan apa yang perlu didapatkan di sepanjang jalan. Penilaian dua kali lipat ini akan memberi Anda wawasan tentang araha atau ukuran kesuksesan Anda.

Arah dan Jalan : S.M.A.R.T. Tujuan

Arah mengkonfirmasi jika Anda berada di jalur yang benar sementara jalan menentukan waktu tempuh. Jadi, dalam merencanakan hidup, Anda juga perlu memiliki arah dan jalan. Arah ini adalah ukuran keberhasilan. Langkah-langkah ini harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan terikat waktu. Terukur, realistis dan jelas.

Mengantisipasi percabangan jalan

Tujuan pemetaan kehidupan adalah meminimalkan keputusan tergesa-gesa yang membuat Anda kehilangan arah. Tapi seringkali rencana dimodifikasi sepanjang jalan karena beberapa ketidaknyamanan, penundaan, dan situasi lain yang berada di luar kendali. Seperti di jalan manapun, ada belokan, jalan memutar, dan jalanan berlubang; Kita harus mengantisipasinya dan menyesuaikannya.

Pemetaan kehidupan sangat diperlukan ketika anda memulai merancang jalan untuk mencapai kesuksesan, hidup tidak hanya mengikut arus seperti air mengalir tapi hidup harus mempunyai arah, tujuan yang jelas, kendaraan dan jalan yang kita petakan sebelumnya. Sehingga sedikit demi sedikit arah perjalanan yang terjal tersebut, banyak cabang dan gangguan dapat kita antisipasi karena sebelumnya sudah di buatkan pondasi untuk mencapai kesuksesan.

Namun demikian sudahkan pemetaan hidup seperti di atas sesuai dengan ketentuan yang disampaikan oleh Allah dan Rasullnya?. Jika belum mari kita menyimak dan memahami ketentuan atau takdir Allah yang sudah ditetapkan kepada semua makhluknya!

Para ulama menjelaskan ada empat macam takdir, yaitu:

1) Takdir Azali

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ، قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ، بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

 “Allah menentukan berbagai ketentuan para makhluk, 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. “Beliau bersabda, “Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air.” (HR. Muslim)

2) Takdir ‘umri

Yaitu takdir yang ditulis malaikat ketika meniupkan roh ke dalam janin.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ، فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

 “Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama mpat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR. Bukhari Muslim)

3) Takdir Sanawi

Allah berfirman,

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

 “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhaan/44 : 4]

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

 “Pada malam itu turun para Malaikat dan juga Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.”[Al-Qadr/97 : 4-5]

4) Takdir Yaumi

Yaitu takdir yang berlaku harian.

Allah Ta’ala berfirman,

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

 “Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” [Ar-Rahmaan/55 : 29]

Perlu diperhatikan bahwa di antara empat takdir ini, takdir utamanya adalah takdir azali yang tertulis di lauhil mahfudz, sedangkan tiga takdir yang lainnya (‘umri, sanawi, dan yaumi) adalah takdir yang bisa merubah. Perhatikan kalimat berikut:

 “Perubahan takdir (‘umri, sanawi dan yaumi) ini tertulis dalam takdir azali di lauhil mahfudz.”

Contohnya: bisa saja dalam takdir ‘umri tertulis dia seorang yang celaka, tetapi karena dia bersungguh-sungguh mencari hidayah, maka ia menjadi orang yang beruntung. Perubahan takdir ‘umri ini tertulis dalam lauhil mahfudz.

Dari pemaparan takdir di atas, kita selaku orang yang beriman harus dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga. Keimanan yang benar terhadap takdir akan membuahkan hal-hal penting, di antaranya sebagai berikut :

Pertama: Hanya bersandar kepada Allah ketika melakukan berbagai sebab, dan tidak bersandar kepada sebab itu sendiri. Karena segala sesuatu tergantung pada takdir Allah.

Kedua: Seseorang tidak sombong terhadap dirinya sendiri ketika tercapai tujuannya, karena keberhasilan yang ia dapatkan merupakan nikmat dari Allah, berupa sebab-sebab kebaikan dan keberhasilan yang memang telah ditakdirkan oleh Allah. Kekaguman terhadap dirinya sendiri akan melupakan dirinya untuk mensyukuri nikmat tersebut.

Ketiga: Munculnya ketenangan dalam hati terhadap takdir Allah yang menimpa dirinya, sehingga dia tidak bersedih atas hilangnya sesuatu yang dicintainya atau ketika mendapatkan sesuatu yang dibencinya. Sebab semuanya itu terjadi dengan ketentuan Allah. Allah berfirman,

مَآأَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَفِي أَنفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {22} لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَافَاتَكُمْ وَلاَتَفْرَحُوا بِمَآ ءَاتَاكُمْ …{23}

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al Hadiid:22-23).[13]

Kesimpulannya kita yang merencanakan dan mengusahakan kesuksesan di dunia dengan memetakan hidup sampai beberapa tahun ke depan harus didasari oleh keyakinan kita terhadap Agama Islam yang merupakan jalan hidup kita, mentaati dan menjalankan seluruh aturan yang ada di dalamnya, yang kelak akan menunjukan kepada kita kesuksesan bukan hanya di dunia tetapi kesuksesan sampai di kehidupan abadi yaitu di akhirat kelak. Semoga kita termasuk orang yang sukses di dunia dan sukses di akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Artinya, “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa api neraka.”

Wallahu a’alam

Diambil dari berbagai referensi oleh Dodi Hamdani.

https://muslim.or.id/2156-memahami-takdir-dengan-benar

http://peribadirasulullah-mustapha.blogspot.com/2008/10/nabi-muhammad-saw-sebelum-menjadi-rasul.html

http://blogmengenaldiri.blogspot.com/2017/09/tips-pemetaan-kehidupan.html

About

Seorang Guru Yang Berusaha Untuk Bermanfaat Untuk Lebih Banyak Orang, Bukan Hanya Muridnya Formal di Sekolah

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *